Transparent proxy server adalah suatu cara atau metode dimana client
dipaksa untuk bisa lewat dulu ke proxy server sebelum masuk ke dunia
internet. Ada sedikit ilmu yang saya dapat tentang transparent proxy.
Ada beberapa aspek di squid.conf yang harus di penuhi :
http_port 3128
http_accel_host virtual
http_accel_port 80
http_accel_with_proxy on
http_accel_host_header on
Dengan demikian squid sudah mendukung mode transparent, tinggal rule iptables yang harus di buat :
iptables -t nat -A PREROUTING -i eth0 -d 0/0 -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Simpan rule iptables tersebut dengan cara :
Ex: /etc/init.d/iptables save start
Restart Network anda :
Ex: /etc/init.d/network restart
Lihat di log:
tail -f /var/log/squid/access.log
jika ternyata di log ada tampilan access log ke server lain, maka transparent udah jalah!
Sekian, semoga bermanfaat
Rabu, 22 Maret 2017
Selasa, 25 Oktober 2016
File System pada Windows dan Linux
Sebuah system operasi, membutuhkan
struktur file tertentu untuk menjalankan / mengakses suatu file. File
sendiri adalah kumpulan informasi yang berhubungan dan tersimpan dalam
secondary storage. Type dari file bisa berupa data (character, numeric,
binary), dan juga dapat berupa program. Jadi dapat diibaratkan suatu
rumah yang merupakan media storage pada computer (haddisk) sudah di
partisi / disekat-sekat sesuai dengan kebutuhan. Nah partisi-partisi /
ruangan-ruangan tersebut belum dapat langsung digunakan, dan perlu suatu
penataan ruang terlebih dahulu tergantung siapa yang akan menempatinya,
dan terutama supaya dia yang menempati suatu ruangan / partisi tersebut
dapat nyaman, serta mudah untuk menempatkan maupun mengambil
barang-barangnya. Itulah gambaran sedikit mengenai file system. Lalu
file system untuk setiap system operasi juga berbeda-beda. Pada laporan
kali ini, kita akan membahas file system untuk windows dan linux, sebab
kedua system operasi ini yang sering kita install maupun kita gunakan.
Dan pertanyaan yang mendasar sebenarnya, apakah file system itu? Apakah
keunggulan dan kelemahan setiap type file system baik pada Windows
maupun Linux?
Jika kalian sudah mengenal computer dan terutama system operasi, pasti tahu kan yang namanya file system itu? File system merupakan sebuah metode penyimpanan dan pengorganisasian data/file pada computer. File system ini menggunakan sebuah media penyimpanan seperti harddisk dan CD-ROM. Seperti yang saya singgung di atas, file system / struktur file tertentu dibutuhkan oleh suatu system operasi untuk dapat menjalankan dan mengakses suatu file. Ada banyak bentuk dari system file dan berbeda-beda jenisnya tergantung dari system operasi yang digunakan. Jika kita menggunakan Linux, terdapat file system ext2, ext3, dan ext4. Jika kita menggunakan Windows, akan kita jumpai file system FAT16, FAT32, dan NTFS. Berikut pembahasan singkat mengenai masing-masing jenis system file, kelebihan dan kekurangannya, lalu kemudian dapat kita bandingkan system file pada Linux maupun pada Windows.
Linux
Linux mempunyai beberapa jenis file file system dari yang ext2, ext3, dan yang terbaru ext4.
1. Second Extended (Ext2)
Second Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux.
Latar belakang
Ext2 pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel Linux, dan sekarang ini sedang dikembangkan juga penggunaannya pada sistem operasi lainnya.
Tujuannya adalah untuk membuat suatu file system yang powerful, yang dapat mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan mempunyai pelayanan advance features.
Kemampuan dasar EXT2
2. Third Extended File System (Ext3)
EXT3 merupakan suatu journalled filesystem. Journalled filesystem didesain untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya journalled filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan ke-konsistensian data, yang akan memakan waktu sangat lama bagi harddisk yang berkapasitas besar. EXT3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi Linux. EXT3 merupakan hasil perbaikan dari EXT2 ke dalam bentuk EXT2 yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam keunggulan
Keunggulannya:
Availability
Integritas Data
Perbandingan EXT2 VS EXT3
3. Fourth Extended File System (Ext4)
Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebut atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya). Selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, fast fsck, journal checksumming, dan defragmentation support.
Windows
Selain Linux, sistem operasi Windows juga mempunyai jenis file system tersendiri sepert FAT16, FAT32, dan NTFS. Berikut merupakan penjelasan dari masing masing sistem file yang ada pada sistem operasi Windows :
FAT16 (File Allocation Table 16)
Sistem file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981. Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti, Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes, artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan beberapa teknik keamanan yang lain.
FAT32 (File Allocation Table 32)
Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibilitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan.
NTFS (New Technology File System)
Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetapi sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.
Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.
Jika kalian sudah mengenal computer dan terutama system operasi, pasti tahu kan yang namanya file system itu? File system merupakan sebuah metode penyimpanan dan pengorganisasian data/file pada computer. File system ini menggunakan sebuah media penyimpanan seperti harddisk dan CD-ROM. Seperti yang saya singgung di atas, file system / struktur file tertentu dibutuhkan oleh suatu system operasi untuk dapat menjalankan dan mengakses suatu file. Ada banyak bentuk dari system file dan berbeda-beda jenisnya tergantung dari system operasi yang digunakan. Jika kita menggunakan Linux, terdapat file system ext2, ext3, dan ext4. Jika kita menggunakan Windows, akan kita jumpai file system FAT16, FAT32, dan NTFS. Berikut pembahasan singkat mengenai masing-masing jenis system file, kelebihan dan kekurangannya, lalu kemudian dapat kita bandingkan system file pada Linux maupun pada Windows.
Linux
Linux mempunyai beberapa jenis file file system dari yang ext2, ext3, dan yang terbaru ext4.
1. Second Extended (Ext2)
Second Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux.
Latar belakang
Ext2 pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel Linux, dan sekarang ini sedang dikembangkan juga penggunaannya pada sistem operasi lainnya.
Tujuannya adalah untuk membuat suatu file system yang powerful, yang dapat mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan mempunyai pelayanan advance features.
Kemampuan dasar EXT2
- File system EXT2 mampu menyokong beberapa tipe file yang standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device special files, dan symbolic links.
- EXT2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
- File system EXT2 mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang. Maximum 255 karakter.
- EXT2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).
2. Third Extended File System (Ext3)
EXT3 merupakan suatu journalled filesystem. Journalled filesystem didesain untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya journalled filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan ke-konsistensian data, yang akan memakan waktu sangat lama bagi harddisk yang berkapasitas besar. EXT3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi Linux. EXT3 merupakan hasil perbaikan dari EXT2 ke dalam bentuk EXT2 yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam keunggulan
Keunggulannya:
Availability
- EXT3 tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan ketika system yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang sangat jarang.
- Hal seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk dalam suatu cara sehingga file system-nya selalu konsisten.
- Waktu yang diperlukan untuk me-recover ext3 file system setelah system yang belum dibersihkan dimatikan tidak tergantung dari ukuran file system atau jumlah file; tetapi tergantung kepada ukuran “jurnal” yang digunakan untuk memelihara konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal (default)
- membutuhkan sekitar 1 sekon untuk recover (tergantung dari kecepatan hardware).
Integritas Data
- Dengan menggunakan file sistem ext3 kita bisa mendapatkan jaminan yang lebih kuat mengenai integritas data dalam kasus dimana sistem yang belum dibersihkan dimatikan (shutdown).
- Kita bisa memilih tipe dan level proteksi yang diterima data.
- Kita bisa memilih untuk menjaga agar file system tetap konsisten, tetapi tetap mengijinkan kerusakan terhadap data dalam file system dalam kasus dimatikannya (shutdown) system yang belum dibersihkan; ini bisa memberikan peningkatan kecepatan pada beberapa keadaan.
- Secara alternatif kita bisa memilih untuk lebih memastikan bahwa data konsisten dengan bagian dari file system; ini berarti kita tidak akan pernah melihat “garbage data” pada file-file yang baru ditulis ulang setelah terjadi “crash”.
- Pilihan yang aman yakni menjaga kekonsistenan data sebagai bagian dari file system adalah pilihan default.
Perbandingan EXT2 VS EXT3
- Secara umum prinsip-prinsip dalam EXT2 sama dengan EXT3.
- Metode pengaksesan file, keamanan data, dan penggunaan disk space antara kedua file system ini hampir sama.
- Perbedaan mendasar antara kedua file system ini adalah konsep journaling file system yang digunakan pada EXT3.
- Konsep journaling ini menyebabkan EXT2 dan EXT3 memiliki perbedaan dalam hal daya tahan dan pemulihan data dari kerusakan.
- Konsep journaling ini menyebabkan EXT3 jauh lebih cepat daripada EXT2 dalam melakukan pemulihan data akibat terjadinya kerusakan.
3. Fourth Extended File System (Ext4)
Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebut atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya). Selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, fast fsck, journal checksumming, dan defragmentation support.
Windows
Selain Linux, sistem operasi Windows juga mempunyai jenis file system tersendiri sepert FAT16, FAT32, dan NTFS. Berikut merupakan penjelasan dari masing masing sistem file yang ada pada sistem operasi Windows :
FAT16 (File Allocation Table 16)
Sistem file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981. Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti, Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes, artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan beberapa teknik keamanan yang lain.
FAT32 (File Allocation Table 32)
Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibilitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan.
NTFS (New Technology File System)
Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetapi sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.
Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.
Senin, 24 Oktober 2016
TYPE TYPE DATA DAN OPERASINYA (KELAS XI RPL - SMKN 1 BLEGA)
A. PENGERTIAN TIPE DATA
1) String/Karakter
Adalah Tipe data yang digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk karakter (angka, huruf, karakter khusus atau simbol).
2) Boolean
C. OPERASI TIPE DATA
Private int kuis,uts,uas,na;
Na=(kuis+uts+uas)/3
– Sama dengan (=)
– Tidak sama dengan (!=)
– Lebih kecil dari (<)
– Lebih besar dari (>)
– Lebih kecil dari atau sama dengan (<=)
– Lebih besar dari atau sama dengan (>=)
Contoh :
Private string keterangan;
Private int nilai_akhir=61;
If (nilai_akhir>=61){
Keterangan=”lulus”;
}
2. Operasi tipe data String
Di dalam operasi ini nilai dari suatu tipe data bisa digunakan untuk melakukan pemenggalan, perhitungan panjang string penggabungan dll.
Contoh :
Substring(“sulis wijayanti”,9,4);
Maka hasil diatas adalah “jaya”
Contoh :
Length(“sulistiana”);
Maka hasil diatas adalah 10
Contoh :
Concat(“laili”,”suryani”);
Maka hasil diatas adalah lailisuryani
Contoh :
Index(“intan sari wijayanti”,”sari”);
Maka hasil diatas adalah 7
3. Operasi tipe data boolean
Private int na=61;
Private string predikat;
If ( (na>=61) and (na<=70){
Predikat=”C”;
}else If ( (na>=71) and (na<=80){
Predikat=”B”;
}
Tipe data adalah jenis data yang
mempunyai batasan tempat dan karakteristik sesuai dengan interprestasi
data dan dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam
pemrograman komputer. Tipe data pada umumnya termasuk tipe data
primitif, yaitu interger, floating point number dan character (string).
Kumpulan dari tipe data primitif yang sejenis juga dapat disatukan dalam
sebuah blok yang disebut array.
Setiap variabel atau konstanta yang ada
dalam kode program, sebaiknya kita tentukan dengan pasti tipe datanya.
Ketepatan pemilihan tipe data pada variabel atau konstanta akan sangat
menentukan pemakaian sumberdaya komputer (terutama memori komputer).
Salah satu tugas penting seorang programmer adalah memilih tipe data
yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja
tinggi.
B. JENIS-JENIS TIPE DATA
Didalam bahasa pemograman sebenarnya
terdapat banyak jenis-jenis tipe data, namun tipe data yang tersedia
tergantung dari jenis bahasa pemrograman yang dipakai. Secara umum tipe
data di seluruh bahasa pemrograman terbagi menjadi:
1) Numeric/Number
Adalah Tipe data yang digunakan pada
variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk bilangan atau
angka baik angka atau bilangan tersebut merupakan bilangan bulat
ataupun bilangan real.
Tipe data Numeric/Number terbagi menjadi 2 bagian antara lain :- Tipe Bilangan Bulat
Adalah tipe bilangan yang hanya dapat
menampung data bernilai positif, negatif dan nol ( 0 ). Didalam tipe
bilangan bulat sendiri sebenarnya masih dapat terbagi lagi menjadi
beberapa golongan berdasarkan rentang datanya. Misalnya, jika yang
digunakan adalaha bahasa pemrograman java maka tipe bilangan bulat
dibagi menjadi sebagai berikut :
| Tipe Data | Ukuran (bit) | Range |
| Byte | 8 | -128 s.d. 127 |
| Short | 16 | -32768 s.d. 32767 |
| Int | 32 | -2147483648 s.d. 2147483647 |
| Long | 64 | -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807 |
- Tipe Bilangan Pecahan
Adalah tipe bilangan yang hanya dapat
menampung data bernilai positif, negatif, nol, yang bernilai pecahan.
Didalam tipe bilangan pecahan sendiri sebenarnya masih dapat terbagi
lagi menjadi beberapa golongan berdasarkan rentang datanya. Misalnya,
jika yang digunakan adalaha bahasa pemrograman java maka tipe bilangan
bulat dibagi menjadi sebagai berikut :
| Tipe | Ukuran |
Range
|
Presisi (jumlah digit) | |
| bytes | bit | |||
| float | 4 | 32 | +/- 3.4 x 1038 | 6-7 |
| double | 8 | 64 | +/- 1.8 x 10308 | 15 |
Adalah Tipe data yang digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk karakter (angka, huruf, karakter khusus atau simbol).
2) Boolean
Adalah tipe data yang digunakan untuk
menampung nilai logika, yaitu nilai yang hanya memiliki dua buah
kemungkinan (benar atau salah).
3) Tipe – Data Lain
Sebenarnya selain dari ketiga tipe
diatas,dalam bahasa pemrograman masih ada tipe data lain yang tidak
mungkin dapat disebutkan dan jelaskan satu persatu. Contoh dari tipe
data selain Numerik,String dan Boolean adalah sebagai berikut :
- Array
- Date
- Time
- Char
Sebenarnya tipe data char hampir sama
dengan tipe data String,akan tetapi kalau tipe data string panjangnya
tidak tetap sedangkan tipe data char panjangnya selalu tetap sesuai
dengan inisialisasi awal pemesanan tipe data.
- Dll.
C. OPERASI TIPE DATA
Selain tipe data berfungsi sebagai tempat
untuk menampung data, tipe data juga dapat melakukan perhitungan
aritmatika (tipe data numerik), operasi penggabungan (tipe data
sting),dll.
1. Operasi tipe data numerik- Operasi aritmatika
Di dalam operasi ini nilai dari suatu
tipe data bisa digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatik
(penambahan(+), pengurangan (-), perkalian (x), pembagian (/),dll).
Contoh :Private int kuis,uts,uas,na;
Na=(kuis+uts+uas)/3
- Operasi operator relational
– Sama dengan (=)
– Tidak sama dengan (!=)
– Lebih kecil dari (<)
– Lebih besar dari (>)
– Lebih kecil dari atau sama dengan (<=)
– Lebih besar dari atau sama dengan (>=)
Contoh :
Private string keterangan;
Private int nilai_akhir=61;
If (nilai_akhir>=61){
Keterangan=”lulus”;
}
2. Operasi tipe data String
Di dalam operasi ini nilai dari suatu tipe data bisa digunakan untuk melakukan pemenggalan, perhitungan panjang string penggabungan dll.
- Operasi Pemenggalan
Contoh :
Substring(“sulis wijayanti”,9,4);
Maka hasil diatas adalah “jaya”
- Operasi Perhitungan Panjang String
Contoh :
Length(“sulistiana”);
Maka hasil diatas adalah 10
- Operasi Penggabungan
Contoh :
Concat(“laili”,”suryani”);
Maka hasil diatas adalah lailisuryani
- Operasi Pencarian Posisi
Contoh :
Index(“intan sari wijayanti”,”sari”);
Maka hasil diatas adalah 7
- Dan masih banyak lagi, misalnya UPPER untuk menjadikan huruf kapital,LOWER untuk menjadikan huruf kecil,L TRIM dan R TRIM untuk menghilangkan spasi pada nilai string dll.
3. Operasi tipe data boolean
Pada tipe data boolean hanya dapat
melakukan operasi logika dan fungsi logika tersebut dapat dikombinasikan
dengan fungsi logical(and,or,not,dll) serta dapat dikombinasikan dengan
operator relational.
Contoh :Private int na=61;
Private string predikat;
If ( (na>=61) and (na<=70){
Predikat=”C”;
}else If ( (na>=71) and (na<=80){
Predikat=”B”;
}
Kamis, 13 Oktober 2016
Pengertian dan Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type didalam Dunia Pemrograman
Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type
1.
Tipe data primitive (Sederhana)
Tipe data primitive adalah Tipe
data yang mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabel. Tipe data primitive
merupakan tipe data dasar yang sering dipakai oleh program. Contoh tipe data
primitive adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data
karakter/char, tipe data boolean.
A.
Numeric
Tipe data numeric digunakan
pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk angka. Tipe
data ini terbagi atas integer, dan real.
a.
Integer
Integer Merupakan tipe data
berupa bilangan bulat, terbagi atas beberapa kategori seperti table dibawah ini
Tipe Data
|
Ukuran Tempat
|
Rentang Nilai
|
Byte
|
1 byte
|
0 s/d +255
|
Shortint
|
1 byte
|
-28 s/d +127
|
Integer
|
2 bytes
|
-32768 s/d 32767
|
Word
|
2 bytes
|
0 s/d 65535
|
Longint
|
4 bytes
|
2147483648 s/d 2147483647
|
b.
Real
Real adalah bilangan yang
berisi titik desimal atau jenis bilangan pecahan.
Tipe Data
|
Ukuran Tempat
|
Rentang Nilai
|
real
|
6 bytes
|
2.9 x 10-39 s/d 1.7 x1038
|
single
|
4 bytes
|
1.5 x 1045 s/d 3.4 x 1038
|
double
|
8 bytes
|
5.0 x 10-324 s/d 1.7 x 10308
|
extended
|
10 bytes
|
3.4 x 10-4932 s/d 1.1 x 104932
|
comp
|
8 bytes
|
-9.2x 1018 s/d 9.2x 1018
|
B.
Karakter
(char)
Karakter merupakan tipe data yang
hanya mampu menyimpan 1 digit karakter. Ukuran untuk tipe data karakter
adalah 1 byte (1 byte = 8 bit). Adapun macam karakter yang ada sejumlah 256
macam karakter yaitu dari kode karakter (ASCII), 0 sampai dengan 255. Untuk
penulisan karakter menggunakan tanda petik tunggal (‘ ) di depan dan
belakang karakter yang ditulis. Contoh : ‘a’, ‘A’,’&’ dll.
Nilai-nilai yang termasuk karakter
adalah :
a. Karakter huruf : ‘a’..’z’,’A’..’Z’
b. Karakter angka : ‘0’..’9’
c. Karakter tanda baca : titik, koma, titik koma, titik dua dan
sebagainya
d. Karakter khusus : $, %, #, @ dan sebagainya.
C. Boolean
Boolean merupakan tipe data
logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE (benar) atau FALSE (salah). Tipe
data boolean memakai memori paling kecil.
2.
Tipe data Composite
Tipe Data Komposit
merupakan tipe data yang
dapat menampung banyak nilai, antara lain sebagai berikut.
A.
Array
Array atau sering disebut sebagai larik, adalah tipe data yang sudah terstruktur dengan baik, meskipun masih sederhana. Array mampu menyimpan sejumlah data dengan tipe yang sama (homogen) dalam sebuah variabel. Sebagai ilustrasi, array mampu menampung banyak data namun dengan satu tipe data yang sama, misalnya integer saja. Setiap lokasi data array diberi nomor indeks yang berfungsi sebagai alamat dari data tersebut.
Array atau sering disebut sebagai larik, adalah tipe data yang sudah terstruktur dengan baik, meskipun masih sederhana. Array mampu menyimpan sejumlah data dengan tipe yang sama (homogen) dalam sebuah variabel. Sebagai ilustrasi, array mampu menampung banyak data namun dengan satu tipe data yang sama, misalnya integer saja. Setiap lokasi data array diberi nomor indeks yang berfungsi sebagai alamat dari data tersebut.
B.
Record atau struct
Seperti halnya Array,
Record atau Struct juga termasuk tipe data komposit. Record dikenal dalam
bahasa Pascal/Delphi sedangkan Struct dikenal dalam bahasa C++. Berbeda dengan
array, tipe data record mampu menampung banyak data dengan tipe data berbeda-beda
(heterogen). Misalnya, satu bagian integer, satu bagian lagi character, dan
bagian lainnya Boolean. Biasanya record digunakan untuk menampung data suatu
obyek. Misalnya, siswa memiliki nama, alamat, usia, tempat lahir, dan tanggal
lahir. Nama akan menggunakan tipe data string, alamat bertipe data string, usia
bertipe data single (numeric), tempat lahir bertipe data string, dan tanggal
lahir bertipe data date. Berikut ini contoh pengunaan record dalam Delphi.
C.
Image
Image, atau gambar, atau citra, merupakan tipe data grafik. Misalnya grafik perkembangan jumlah siswa SMK, foto keluarga kita, video perjalanan, dan lain-lain. Pada bahasa-bahasa pemrograman modern terutama yang berbasis visual, tipe data ini telah didukung dengan sangat baik.
Image, atau gambar, atau citra, merupakan tipe data grafik. Misalnya grafik perkembangan jumlah siswa SMK, foto keluarga kita, video perjalanan, dan lain-lain. Pada bahasa-bahasa pemrograman modern terutama yang berbasis visual, tipe data ini telah didukung dengan sangat baik.
D.
Date Time
Nilai data untuk tanggal
(date) dan waktu (time) secara internal disimpan dalam format yang spesifik.
Variabel atau konstanta yang dideklarasikan dengan tipe data Date dapat
digunakan untuk menyimpan, baik tanggal maupun jam. Tipe data ini masuk dalam
kelompok tipe data composite, karena merupakan bentukan dari beberapa tipe
data.
E.
Object
Tipe data object digunakan
untuk menyimpan nilai yang berhubungan dengan obyek-obyek yang disediakan oleh
Visual Basic, Delphi, dan bahasa pemrograman lain yang berbasis GUI. Sebagai
contoh, apabila mempunyai form yang memiliki control Command button, yang kita
beri nama Command1.
F.
Subrange
Tipe data subrange merupakan tipe data bilangan yang mempunyai jangkauan nilai tertentu sesuai dengan yang ditetapkan programmer. Biasanya, tipe data ini mempunyai nilai batas minimum dan nilai batas maksimum. Tipe data ini didukung dengan sangat baik dalam Delphi.
Tipe data subrange merupakan tipe data bilangan yang mempunyai jangkauan nilai tertentu sesuai dengan yang ditetapkan programmer. Biasanya, tipe data ini mempunyai nilai batas minimum dan nilai batas maksimum. Tipe data ini didukung dengan sangat baik dalam Delphi.
G.
Enumerasi
Tipe data ini merupakan tipe data yang mempunyai elemen-elemen yang harus disebut satu persatu, dan bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Nilai konstanta integer elemen ini diwakili oleh suatu nama variable yang ditulis di dalam kurung. Tipe data ini juga dijumpai pada Delphi, dan bahasa pemrograman deklaratif seperti SQL.
Tipe data ini merupakan tipe data yang mempunyai elemen-elemen yang harus disebut satu persatu, dan bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Nilai konstanta integer elemen ini diwakili oleh suatu nama variable yang ditulis di dalam kurung. Tipe data ini juga dijumpai pada Delphi, dan bahasa pemrograman deklaratif seperti SQL.
Pada contoh di atas, tipe
data Hari_dlm_Minggu termasuk enumerasi dengan rentang nilai Nol, dimana Senin
sampai dengan Minggu dan nilai data dari 0, 1, sampai dengan 7. Sedangkan tipe
data Nama_Bulan termasuk enumerasi dengan rentang nilai Nol, Januari sampai
dengan Desember dan nilai data dari 0, 1, sampai dengan 12.
Tipe Data Lainnya
1.
Tipe Data Terstruktur
A.
Tipe Data String
Merupakan suatu data yang
menyimpan array (larik), sebagai contoh 'ABCDEF' merupakan sebuah konstanta
string yang berisikan 6 byte karakter. Ukuran Tempat untuk tipe data ini adalah
2 s/d 256 byte, dengan jumlah elemen 1 s/d 255.
B.
Tipe Data Set
Sebuah set merupakan suatu
himpunan yang berisi nilai (anggota). Set merupakan Tipe data yang khusus untuk
Pascal. Set dalam pemrograman sangat mirip dengan himpunan dalam ilmu
matematika.
Salah satu manfaat dari
penggunaan tipe data set adalah untuk mengecek apakah suatu nilai muncul dalam
suatu range tertentu. Misalnya, untuk menentukan apakah suatu karakter berupa
Lower Case Letter (huruf kecil), mis. Ch adalah tipe Char, kita bisa menulis, if (Ch >= 'a') and (Ch <= 'z')
then Writeln( Ch,' merupakan huruf kecil.'); atau,
dengan notasi set, kita bisa menulis, if Ch in ['a'..'z'] then Writeln( Ch,' merupakan huruf
kecil.');
2.
Tipe Data Pointer
Pointer merupakan variabel
khusus yang berisi suatu address (alamat) di lokasi lain didalam memori. Suatu
variabel yang points (menunjuk) ke sesuatu sehingga disebut pointer.
Ada dua macam pointer:
a)
Typed (tertentu) : merupakan pointer yang menunjuk pada tipe data
tertentu pada variabel.
b)
Generic (umum) : merupakan pointer yang tidak menunjuk pada tipe
data tertentu pada variabel.
Jumat, 23 September 2016
memperbaiki tombol keyboard yang tertukar @ dangan petik
Hai Sobat Laili...! :)
Keyboard adalah komponen dari sebuah pc ataupun laptop dimana guna dari keyboard adalah alat untuk menginputkan suatu kata ke dalam monitor, pernah gak kalian mengalami sebuah kejadian bahwa kata di keyboard laptop atau pc kita tertukar seperti tombol petik (") tertukar dengan tomobl @ jadi penjelasannya adalah jika kita ingin menginputkan tombol (") malah yang keluar dimonitor adalh @ demikian juga jika tombol @ di pencet malah (") tanda petik yang keluar, Jangan kawatir sobat , karena itu biasanya terjadi karena salah bahasa di pc kita ini sering terjadi pada windows 8.1 32bit karena banya orang yang menginstall windows 8 32bit tidak di baca pilihan jenis keyboardnya, Pada saat install kita disajikan dengan bahasa default yaitu united kingdom yang mana jenis keyboard yang di gunakan adalah united kingdom padahal yang sering kita gunakan adalah united stated. nah untuk memperbaiki atau merubah susunan keyboard agar menjadi united stated itu sangat mudah apa lagi di windows 8 berikut Laili akan kasih tau gambarannya cara mengganti bahasa keyboard di windows 8.
- Yang pertama harus dilakukan adalah masuk ke Control Panel windows anda. kurang lebihnya gambarnya seperti ini :
- Perhatikan gambar diatas dan cobalah klik Add a language dimana kita akan merubah bahasanya agar keyboard jadi united stated coba klik dulu nanti pasti akan tampil gambar seperti ini :
- Disitu tertera add a language coba kalian klik untuk memilih bahasanya Pilih yang United Stated Jangan yang lain jika sudah klik Add.
- dan silahkan kalian ubah bahasa united stated menjadi default di laptop atau pc sobat.
- Klik save
dan sekarang keyboard kalian tidak akan tertukar lagi tombolnya sekian
dulu tips dari Laili :)
Semoga dapat membantu sahabat Laili semua. . .
Sabtu, 13 Agustus 2016
BASIS DATA BERBASIS SQL - Kelas XII RPL (SMKN 1 BLEGA)
SQL (Structured Query Language) adalah
sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data
relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang
digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua
server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan
manajemen datanya.
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama Jhonny Oracle yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran John Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.
CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:
CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.
tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.
constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.
SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama.
SELECT adalah yang perintah paling sering SQL digunakan dan mempunyai format umum yang berikut:
columnExpression menampllkan suatu nama kolom atau suatu ungkapan, TableName adalah nama dari suatu tabel database ada atau view bahwa mempunyai untuk akses, dan alias adalah suatu singkatan opsional untuk TableName. Urutan memproses suatu statement SELECT adalah :
FROM Menetapkan tabel atau tabel itu untuk digunakan
WHERE Menyaring baris yang tunduk kepada beberapa kondisi
GROUP BY Membentuk kelompok baris dengan kolom yang sama nilainya
HAVING Menyaring kelompok yang tunduk kepada beberapa kondisi
SELECT Menetapkan kolom yang adalah untuk nampak keluaran
ORDER BY Menetapkan order/ pesanan keluaran
Order yang menentukan di dalam statemen SELECT tidak bisa diubah. Satu-Satunya dua ketentuan wajib dua hal pertama itu: : SELECT and FROM : sisanya adalah opsional
Perintah select bisa digunakan dengan:
Contoh:
Diasumsikan terdapat tabel
Contoh 1: Tampilkan seluruh data.
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
Untuk menyimpan data dalam tabel dipergunakan sintaks:
Untuk mengubah data menggunakan sintaks:
Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:
Sejarah SQL
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama Jhonny Oracle yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran John Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.
Standarisasi SQL
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.
Pemakaian Dasar SQL
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.
Data Definition Language (DDL)
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.CREATECREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:
CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
CREATE DATABASE nama_basis_data
CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif.Secara umum, perintah ini memiliki bentuk:CREATE TABLE nama_tabel
atauCREATE TABLE [nama_tabel] ( nama_field1 tipe_data [constraints][, nama_field2 tipe_data, ...] )
dengan:CREATE TABLE [nama_tabel] ( nama_field1 tipe_data [, nama_field2 tipe_data, ...] [CONSTRAINT nama_field constraints] )
nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.
tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.
constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.
Data Manipulation Language (DML)
DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:SELECTuntuk menampilkan dataINSERTuntuk menambahkan data baruUPDATEuntuk mengubah data yang sudah adaDELETEuntuk menghapus data
SELECTSELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama.
SELECT adalah yang perintah paling sering SQL digunakan dan mempunyai format umum yang berikut:
SELECT [DISTINCT / ALL] {* I [columnExpression [AS newName]] [,…..]}
FORM TableName [alias] [,…..]
[WHERE condition]
[GROUP BY Column list] [HAVING condition]
[ORDER BY Column list]
columnExpression menampllkan suatu nama kolom atau suatu ungkapan, TableName adalah nama dari suatu tabel database ada atau view bahwa mempunyai untuk akses, dan alias adalah suatu singkatan opsional untuk TableName. Urutan memproses suatu statement SELECT adalah :
FROM Menetapkan tabel atau tabel itu untuk digunakan
WHERE Menyaring baris yang tunduk kepada beberapa kondisi
GROUP BY Membentuk kelompok baris dengan kolom yang sama nilainya
HAVING Menyaring kelompok yang tunduk kepada beberapa kondisi
SELECT Menetapkan kolom yang adalah untuk nampak keluaran
ORDER BY Menetapkan order/ pesanan keluaran
Order yang menentukan di dalam statemen SELECT tidak bisa diubah. Satu-Satunya dua ketentuan wajib dua hal pertama itu: : SELECT and FROM : sisanya adalah opsional
Perintah select bisa digunakan dengan:
- kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
- kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
Contoh:
Diasumsikan terdapat tabel
user yang berisi data sebagai berikut.| username | passwd | tanggal_lahir | jml_transaksi | total_transaksi |
|---|---|---|---|---|
| Aris | 6487AD5EF | 09-09-1987 | 6 | 10.000 |
| Budi | 97AD4erD | 01-01-1994 | 0 | 0 |
| Charlie | 548794654 | 06-12-1965 | 24 | 312.150 |
| Daniel | FLKH947HF | 24-04-1980 | 3 | 0 |
| Erik | 94RER54 | 17-08-1945 | 34 | 50.000 |
Contoh 1: Tampilkan seluruh data.
Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.SELECT * FROM user
Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.SELECT * FROM user WHERE total_transaksi = 0
Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.SELECT username FROM user WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi FROM user
SELECT * FROM user ORDER BY jml_transaksi DESC
Fungsi aggregat
Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:SUMuntuk menghitung total nominal dataCOUNTuntuk menghitung jumlah kemunculan dataAVGuntuk menghitung rata-rata sekelompok dataMAXdanMINuntuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.Subquery
Ada kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
SELECT username FROM user WHERE jml_transaksi = ( SELECT MAX(jml_transaksi) FROM user )
INSERTUntuk menyimpan data dalam tabel dipergunakan sintaks:
INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
Contoh:
INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');
UPDATE
Untuk mengubah data menggunakan sintaks:UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]Contoh:
UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"
DELETE
Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:Contoh:DELETE FROM [nhew andiz] [KONDISI]
DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';
KONSEP DASAR DAN TEKNOLOGI WEB (MATERI KELAS XI RPL - SMKN 1 BLEGA)
World Wide Web
secara luas lebih dikenal dengan istilah Web. Web pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1992. Hal ini sebagai hasil usaha pengembangan yang dilakukan CERN
di Swiss. Internet dan web adalah dua hal yang berbeda. Internet lebih
merupakan perangkat keras, sedangkan web adalah perangkat lunak. Selain itu,
protokol yang dipakai oleh keduanya juga berbeda. Internet menggunakan TCP/IP
sebagai protokol operasionalnya, sedangkan web menggunakan HTTP (Hyper Text
Transfer Protocol). Web disusun dari halaman-halaman yang menggunakan teknologi
web dan saling berkaitan satu sama lain. Suatu standar teknologi web saat ini
sudah tersusun, meskipun penerapannya belum didukung oleh seluruh pengembang
web. Standar ini disusun oleh suatu badan yaitu World Wide Web Consortium
(W3C). Standar ini dibutuhkan karena semakin banyaknya variasi dalam teknologi
web sehingga terkadang satu sama lain tidak kompatibel.
Arti lain : Website atau situs
dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks,
data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari
semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian
bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan
jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Standar
Teknologi Web
Secara umum
teknologi disain web terbagi menjadi beberapa layer (lapisan), yaitu structural
layer, presentation layer dan behavioral layer.
·
1 Structural
layer
Layer ini
berhubungan dengan struktur dokumen dokumen web.Bagaimana sebuah dokumen
tersusun, format apa yang dipakai, tanda atau mark up apa yang digunakan
merupakan bagian dari layer ini. Standar teknologi yang direkomendasikan saat
ini adalah Extensible Hypertext Markup Language (XHTML) dan Extensible Markup
Language (XML). XHTML adalah HTML versi terakhir (4.01) yang ditulis ulang
dengan dengan aturan-aturan yang lebih ketat mengacu pada XML. Sedangkan XML
adalah sekumpulan aturan untuk menyusun bahasa markup.
·
2 Presentation
layer
Layer ini
berhubungan dengan bagaimana mengatur tampilan dokumen pada layar, suara yang
keluar, atau bagaimana format pencetakan dokumen. Pada teknologi web lama
bagian ini menyatu dengan structural layer. Tapi pada standar baru, layer ini
disarankan untuk dipisah. Yang termasuk teknologi ini adalah Cascading Style
Sheets (CSS).
·
3 Behavioral
layer
Layer ini
berhubungan dengan masalah penggunaan bahasa skrip dan pemrogramannya untuk
tujuan meningkatkan sisi interaktif dan dinamis halaman web. Yang termasuk
dalam layer ini adalah Document Object Model (DOM) dan JavaScript. DOM
memungkinkan suatu dokumen atau skrip untuk mengakses atau meng-update isi,
struktur, dan style dari dokumen. JavaScript merupakan teknologi yang cukup
lama dan tetap digunakan untuk menambah dokumen menjadi lebih interaktif.
Apliksi Web
Pada awalnya aplikasi web dibangun hanya dengan
menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Languange) dan
protokol yang digunakan dinamakan HTTP (HyperText Transfer Protocol).
Pada peerkembangan berikutnya, sejumlah script dan objek yang
dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML. Pada saat ini, banyak script seperti
itu; antara lain PHP dan ASP, sedangkan contoh yang berupa objek antara lain
adalah applet (Java). (Abdul Kadir,2005) Aplikasi web sendir dapat dibagi
menjadi web statis dan web dinamis. Web statis dibentuk dengan mengguankan HTML
saja. Kekurangan aplikasi ini terletak pada keharusan untuk mememlihara program
secara terus-menerus untuk mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Kelamahan
ini dapat diatasi dengan model aplikasi web dinamis. Web dinamis adalah web
yang menampilkan informasi yang bersifat dinamis (berubahubah) dan dapat saling
berinteraksi dengan user. Biasanya untuk web statis yang ditonjolkan adalah
sisi tampilan yang banyak mengandung grafis sehingga untuk merancang web statis
tidak diperlukan kemampuan pemrograman
yang handal. Dengan memperluas kemampuan HTML, yakni dengan
menggunakan perangkat lunak tambahan. Perubahan informasi dalam halaman-halaman
web dapat ditangani melalui perubahan data, bukan melalui perubahan program.
Sebagai implementasinya, aplikasi web dapat dikoneksikan ke basis data. Dengan
demikian perubahan informasi dapat dilakukan oleh operator atau yang
bertanggung jawab terhadap kemutakhiran data, dan tidak menjadi tanggung jawab
pemrogram atau webmaster. Konsep yang mendasari aplikasi web
sebenarnya
sederhana. Operasi yang melatarbelakanginya melibatkan pertukaran
informasi antara
komputer yang meminta informasi, yang disebut klien, dan komputer yang
memasok informasi (disebut server). Lebih detailnya, server yang
melayani permintaan dari klien sesungguhnya berupa suatu perangkat lunak
yang
dinamakan web server. Secara
internal, web server inilah yang berkomunikasi dengan perangkat lunak
lain yang
disebut middleware dan middleware inilah yang berhubungan dengan
basis data (database). Model seperti inilah yang
mendukung web dinamis. Dengan menggunakan pendekatan
web dinamis, dimungkinkan untuk membentuk aplikasi berbasis web yang
berinteraksi dengan database. Sebagai contoh, system informasi karyawan
berbasis web yang memungkinkan seorang karyawan melihat informasi tentang
kehadiran dalam satu bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)



